Batu

Setelah salam, membaca hamdalah dan shalawat (sebagai sesuatu yang khas darinya)dosen filsafat pendidikan Islam ini berkata, sekarang kita belajar hidup dari hukum alam.

Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakkannya di meja. Kemudian ia mengisi ember tersebut dengan batu-batu sebesar sekepalan tangan. Ia mengisi terus hingga permukaan ember.

Ia bertanya, "Menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?" Semua mahasiswa serentak berkata, "Ya!"

Dosen bertanya kembali, "Sungguhkah demikian?" Kemudian, dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-ker ikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu-batu. Kemudian, sekali lagi ia bertanya,

"Nah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" Kali ini para mahasiswa terdiam. Seseorang menjawab, "Mungkin tidak."

"Bagus sekali," sahut dosen. Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkannya ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah-celah kosong antara batu dan kerikil. Sekali lagi, ia bertanya pada kelas, "Baiklah, apakah sekarang ember ini sudah penuh?" "Belum!!!" sahut seluruh kelas karena mereka mahasiswa al khoziny yang cerdas.

Sekali lagi dosen berkata, "Bagus. Bagus sekali." Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Lalu ia bertanya, "Tahukah kalian apa maksud illustrasi ini?"

Seorang mahasiswa dengan semangat mengacungkan jari dan berkata, "Maksudnya  adalah, tak peduli seberapa berat hidup, bila kita mau berusaha sekuat  tenaga maka pasti kita bisa mengerjakannya."

"Oh, bukan," sahut dosen, "Bukan itu maksudnya. Kenyataan dari illustrasi  mengajarkan pada kita bahwa: bila anda tidak memasukkan "batu besar"  terlebih dahulu, maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya."

Apa yang dimaksud dengan "batu besar" dalam hidup anda? Anak-anak anda;  Pasangan anda; Pendidikan anda; Hal-hal yang penting dalam hidup anda;  Mengajarkan sesuatu pada orang lain; Melakukan pekerjaan yang kau cintai;  Waktu untuk diri sendiri; Kesehatan anda; Teman anda; atau semua yang berharga dalam hidup anda.

Ingatlah untuk selalu memasukkan "Batu Besar" pertama kali atau anda akan  kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil (semacam  kerikil dan pasir) maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang  merisaukan dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak  akan pernah memiliki waktu yang sesungguhnya anda perlukan untuk hal-hal  besar dan penting.

Oleh karena itu, tanyalah pada diri anda: "Apakah Batu Besar dalam  hidup saya?" Lalu kerjakan itu pertama kali." Maka semuanya akan anda miliki.a

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s